Kisah Teh Gita Pemilik Fashion Muslimah Sheikalova Omzet Ratusan Juta

Perjalanan membangun bisnis seringkali bukanlah tentang sekali mencoba lalu langsung meroket, melainkan serangkaian jatuh bangun yang penuh pelajaran berharga. Hal ini sangat nyata dalam transformasi Gita, atau yang akrab disapa Teh Gita, pemilik brand fashion muslimah ternama, Sheikalova (dahulu Sheika Hijab).

Berbekal pengalaman pahit merugi puluhan juta hingga modal akhir yang hanya tersisa satu juta rupiah, Teh Gita bersama suaminya berhasil mengubah tantangan menjadi peluang emas. Di Arcomedia, kami melihat kisah ini bukan sekadar soal omzet ratusan juta, tapi soal bagaimana asisten dosen berani keluar dari zona nyaman PNS demi mengejar visi besar di dunia wirausaha.
 
Teh Gita Pemilik Fashion Muslimah Sheikalova

Melawan Arus: Dari Cita-cita Dosen ke Dunia Usaha

Teh Gita memulai langkahnya dengan melawan arus tradisi keluarga yang mayoritas adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS). Lulus sebagai sarjana pendidikan dan sempat menjadi asisten dosen, ia dan suaminya justru merasa "terpanggil" oleh dunia wirausaha setelah mendalami buku-buku motivasi seperti Notes from Qatar.

Pikiran ini mendorong mereka untuk segera bergerak. Namun, langkah awal mereka tidaklah mulus. Sebelum menemukan ritme di dunia fashion, mereka sempat mencoba peruntungan di bisnis ternak itik dan kuliner seblak.

Baca Juga: 5000 Donat Sehari: Kisah Yoyo Teguh Wayuti Nan Donat Bertahan di Tengah Kompetisi

Pembelajaran Mahal: Rugi Puluhan Juta dari Itik dan Seblak

Kegagalan pertama datang dari bisnis ternak itik yang membuat tabungan sebesar Rp20 juta—yang awalnya dialokasikan untuk uang muka rumah hangus tak bersisa. Tak berhenti di situ, modal besar di bisnis kuliner pun hanya menghasilkan pelajaran, bukan keuntungan. Dari sinilah Teh Gita menyadari poin penting yang sering kami tekankan di Arcomedia: Bisnis butuh ilmu, bukan sekadar modal nekat.

Lahirnya Sheika Hijab: Kekuatan Hubungan dan Kepercayaan

Dengan modal tersisa Rp1 juta (yang sebenarnya adalah biaya pelatihan bisnis), Teh Gita mulai menjalin hubungan dengan supplier. Keajaiban terjadi karena trust (kepercayaan): supplier mengizinkan sistem konsinyasi. Jualan gamis dan kerudung tersebut laris manis di media sosial, hingga akhirnya pada 2016, ia berani memproduksi brand sendiri dengan label Sheika Hijab.

Keputusan berani untuk resign dari pekerjaan formal membuahkan hasil. Kini, dengan tim kantor sebanyak 24 orang dan puluhan tenaga produksi, brand-nya mampu memproduksi lebih dari 5.000 pieces per bulan dengan omzet yang stabil di angka ratusan juta rupiah.

 
Teh Gita Pemilik Fashion Muslimah Sheikalova

Bangkit dari Guncangan: Pentingnya Framework Bisnis

Pandemi menjadi "reset button" bagi banyak pengusaha. Teh Gita menyadari bahwa selama ini kesuksesannya banyak didorong oleh momentum Instagram. Ketika tren berubah, omzet menurun drastis. Inilah titik di mana ia mulai membangun Framework Bisnis yang kokoh membedakan antara sekadar "dagang" yang ikut tren dengan "bisnis" yang memiliki sistem keuangan, marketing, dan SDM yang terstandarisasi.

Visi "Grow to Inspire": Bisnis Sebagai Ladang Ibadah

Bagi Teh Gita, pencapaian tertinggi bukanlah rumah mewah atau kendaraan, melainkan kebermanfaatan. Melalui visi Grow to Inspire, ia berhasil membantu timnya mewujudkan mimpi, mulai dari membeli rumah hingga memberangkatkan orang tua umrah. Bahkan, lahir pula inisiatif Sheik Parenting Journey sebagai wadah edukasi bagi para ibu muda.

Teh Gita menekankan bahwa era digital adalah berkah bagi perempuan untuk tetap berkarya tanpa meninggalkan peran utama sebagai ibu dan istri. Prinsip utamanya adalah "Angka Cukup" memiliki kontrol diri agar tidak serakah dan tetap fokus pada ikhtiar menjemput rezeki yang sudah ditakar oleh Sang Pencipta.

Sumber Inspirasi: Kanal YouTube Naik Kelas
Salam produktif, Arief Arcomedia
Arief Arcomedia

Arcomedia adalah ekosistem digital yang didedikasikan untuk memberdayakan UMKM melalui strategi bisnis yang relevan dan konten kreatif lokal yang bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi global.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

POST ADS 2