Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Inspirational Stories, Business Motivation, Entrepreneurship, Investment Talk, Innovation

Strategi Deva Riyano Bangun Kopi Bungur: Kuasai Barista, Hingga Berdayakan Warga Desa

Di usia yang baru menginjak 25 tahun, Deva Riyano telah membuktikan bahwa gelar akademik bukanlah satu-satunya tiket menuju kesuksesan bisnis. Lahir dari keluarga petani di Tulungagung, Deva memilih jalan yang berbeda dari kedua saudaranya yang menempuh jalur kuliah. Bagi Deva, dunia "ngopi" bukan sekadar tempat cangkruk, melainkan laboratorium masa depan.

Ketertarikannya pada dunia FnB (Food and Beverage) dimulai sejak bangku sekolah. Alih-alih langsung terjun tanpa bekal, Deva mengambil langkah strategis: investasi pada keahlian. Ia mengikuti kursus barista bersertifikat sebelum lulus sekolah.

Hobi Ngopi Berubah Jadi Bisnis Kini Jadi Bos Muda Cafe Joglo 1

Dari Anak Petani, Kuasai Barista, Hingga Berdayakan Warga Desa

"Penting punya sertifikat, jadi sedikit banyak tahu nulis produk. Di lapangan, ritme per-kopian itu beda-beda tergantung arah kedainya," ujar Deva. Berbekal sertifikat tersebut, ia meniti karier dari bawah—mulai dari staf kitchen, naik menjadi barista, supervisor, hingga dipercaya menjadi manajer di sebuah coffee shop ternama di Tulungagung. Pengalaman merantau hingga ke Bali pun ia jalani demi memperdalam insting bisnisnya.

Kopi Bungur: Menghidupkan Kembali Warisan Generasi Keempat

Titik balik Deva terjadi ketika ia dipercaya mengelola sebuah rumah joglo bersejarah di Desa Bungur, Karangrejo. Rumah ini bukan bangunan biasa; ia telah berdiri sejak tahun 1900-an dan kini memasuki generasi keempat. Dari tangan lurah hingga guru besar, pesan para pendahulu tetap sama: Rumah ini harus tetap hidup dan berguna bagi banyak orang.

Deva menangkap amanah tersebut dengan mendirikan Kopi Bungur. Mengambil lokasi di pedesaan (area Tulungagung utara), Deva sangat sadar akan potensi dan batasan wilayahnya. Ia tidak memaksakan konsep western yang asing bagi warga lokal.
Konsep "Joglo Jadul" dan Menu Kerakyatan

"Kita konsep, kita kemas sebagaimana ngopinya orang desa. Niatnya buat cangkruk santai. Kalau mau makan ya makan, minum ya minum," jelasnya.

Di Kopi Bungur, Anda tidak akan menemukan croissant atau menu kekinian yang rumit. Deva justru mengangkat kembali menu klasik yang akrab di lidah masyarakat Tulungagung, seperti:
  • Sompel (Lontong sayur khas lokal)
  • Sego Jangan (Nasi sayur)
  • Jamu Tradisional
  • Cendol
Strategi ini terbukti ampuh. Dengan menyasar market warga sekitar yang ingin ngopi dekat rumah pada hari kerja, Kopi Bungur berhasil menjaga stabilitas omset tanpa harus bergantung sepenuhnya pada keramaian kota di akhir pekan.

Hobi Ngopi Berubah Jadi Bisnis Kini Jadi Bos Muda Cafe Joglo 1

Rahasia "Long Last" di Bisnis FnB: Melampaui Masa Honeymoon

Banyak pebisnis muda terjebak pada fenomena FOMO (Fear of Missing Out). Mereka membuka kedai yang viral di awal, namun redup setelah 6 bulan. Deva menyebut fenomena ini sebagai Honeymoon Period.

Untuk memastikan Kopi Bungur bertahan lama (long term), Deva menerapkan tiga pilar konsistensi:
  1. Konsep yang Matang: Menyesuaikan dengan budaya lokal agar tidak "ulap" (silau/asing) bagi pelanggan desa.
  2. Media dan Marketing: Tetap aktif di media sosial dengan menonjolkan sisi klasik dan kenyamanan tempat.
  3. SDM dan Manner: Bagi Deva, sehebat apa pun produknya, jika attitude karyawannya buruk, bisnis akan runtuh.
"Arep sak apik koy opo, lek manner SDM-ne bad attitude, orang pasti enggak nyaman," tegasnya. Deva bahkan melatih timnya untuk peka terhadap gestur pelanggan. Jika ada tamu yang tampak tidak nyaman, tim supervisor akan segera mendekat dan memberikan kompensasi (complimentary) sebagai bentuk pelayanan prima.

Memberdayakan Tetangga: Bisnis yang Membawa Berkah

Salah satu keunikan Kopi Bungur adalah keterlibatan aktif warga sekitar. Deva tidak hanya mencari profit, tapi juga menjalankan fungsi sosial.
  • Operasional: Karyawan diprioritaskan dari warga sekitar desa.
  • Produksi Menu: Menu masakan seperti botok atau sayur lodeh tidak dibuat oleh anak muda, melainkan oleh ibu-ibu (warga sepuh) di sekitar kedai.
Menurut Deva, rasa masakan tangan orang tua memiliki "ruh" yang berbeda dan lebih mantap. Dengan melibatkan tetangga, ia memastikan ekonomi lingkungan ikut bertumbuh. Saat ini, dengan 13 karyawan, Deva mengelola operasional dengan sangat detail, mulai dari gaji pokok, bonus omset, hingga uang lembur.

Hobi Ngopi Berubah Jadi Bisnis Kini Jadi Bos Muda Cafe Joglo 1

Realita Margin dan Pengelolaan Keuangan

Bagi mereka yang ingin terjun ke bisnis FnB, Deva memberikan gambaran realistis. Berdasarkan pengalamannya, laba bersih yang sehat di bisnis ini berada di angka 20% hingga 30%. Namun, untuk kedai dengan harga rakyat yang sangat murah, menyentuh angka 22% saja sudah merupakan tantangan besar.

Deva menyiasati biaya investasi awal dengan memanfaatkan barang bekas. Meja, kursi, dan elemen bangunan di Kopi Bungur banyak yang memanfaatkan material dari gudang yang diolah kembali. Strategi ini mempercepat masa Break Even Point (BEP) atau balik modal, yang diproyeksikan bisa tercapai dalam waktu satu tahun.

Kesimpulan: Bisnis Adalah Tentang Rasa Syukur

Kisah Deva Riyano adalah pengingat bahwa kesuksesan bisnis bukan hanya soal angka di atas kertas, tapi soal seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan oleh lingkungan sekitar. Dari seorang anak petani yang rela tidak kuliah demi mengejar passion-nya di dunia kopi, kini ia menjadi penggerak ekonomi di desanya.

Kunci utama Kopi Bungur adalah kerendahan hati untuk mengikuti market, ketegasan dalam manajemen SDM, dan niat tulus untuk berbagi rezeki melalui pemberdayaan warga.

Sumber Inspirasi: Ch. Pecah Telur

Pesan Penutup dari Arief Arcomedia

Halo rekan-rekan pengusaha dan pegiat UMKM,

Kisah Mas Deva dari Kopi Bungur ini memberikan kita perspektif baru bahwa bisnis tidak harus selalu megah di tengah kota. Kekuatan narasi, penghormatan terhadap budaya lokal (seperti penggunaan rumah Joglo), dan pemberdayaan masyarakat desa adalah modal sosial yang sangat mahal harganya.

Saya, Arief Arcomedia, sangat mengapresiasi anak muda seperti Deva yang berani mengambil tanggung jawab besar di usia muda. Semoga semangat konsistensi dan niat "berbagi berkah" ini menular kepada kita semua dalam menjalankan usaha masing-masing. Jangan lupa, kalau sedang lewat di Karangrejo, mampirlah ke Kopi Bungur untuk merasakan hangatnya suasana desa.

Salam Wirausaha, Arief Arcomedia

Posting Komentar untuk "Strategi Deva Riyano Bangun Kopi Bungur: Kuasai Barista, Hingga Berdayakan Warga Desa"