Sebagai langkah nyata pasca-konsolidasi internal, jajaran pengurus Asosiasi Film Gorontalo (ASOFI GO) langsung mengambil tindakan taktis guna memperkuat legitimasi dan memperluas jaringan strategis. ASOFI GO menggelar pertemuan kelembagaan dengan Kantor Pelestarian Kebudayaan Gorontalo di Kota Tua Cafe, Kota Gorontalo, Senin malam (22/6/2026). Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan krusial berupa dukungan penuh negara terhadap eksistensi ASOFI GO sebagai mitra strategis dalam pelestarian nilai budaya lokal lewat medium audio-visual.
Baca Juga: Menapaki Jejak Kolonial di Jantung Khatulistiwa: Pesona Kota Tua Gorontalo
Gayung bersambut, Kepala Kantor Pelestarian Kebudayaan Gorontalo Moch. Andri WP, M.Sos menyambut baik dan mengapresiasi tinggi visi struktural yang diusung oleh ASOFI GO. Pihaknya mengakui selama ini terdapat ruang kosong (missing link) dalam hal penyebaran informasi objek cagar budaya dan pemajuan kebudayaan ke generasi muda. Kehadiran asosiasi film ini dinilai menjadi solusi instan bagi pemerintah untuk menerjemahkan nilai tradisi ke dalam bahasa visual modern.
Sinergi kelembagaan ini diproyeksikan membuka keran kolaborasi yang masif mulai dari produksi film dokumenter berbasis riset sejarah, pengarsipan visual situs cagar budaya, hingga pelaksanaan lokakarya peningkatan kapasitas (upskilling) sineas muda yang didanai lewat skema fasilitasi kebudayaan.
Dukungan dari otoritas kebudayaan ini menjadi modal regulasi dan moral yang kuat bagi pengurus ASOFI GO. Pasalnya, asosiasi ini tengah merampungkan penyelesaian berkas administrasi badan hukum, dan dijadwalkan akan dilakukan pelantikan pengurus secara resmi dalam waktu dekat.
Potensi narasi sejarah dan Film lokal Gorontalo
Hadir langsung dalam koordinasi tersebut Ketua Umum ASOFI GO, Benny Rumambie, didampingi jajaran tim formatur dan pengurus inti organisasi. Sementara dari pihak otoritas kebudayaan, Kepala Kantor Pelestarian Kebudayaan Moch. Andri WP, M.Sos beserta jajaran fungsionalnya hadir penuh untuk membedah arah pergerakan dan rencana kerja asosiasi film pertama di Gorontalo ini.
Benny Rumambie, menegaskan bahwa kehadiran ASOFI GO merupakan jawaban atas keresahan kolektif yang dialami para sineas, videografer, editor, dan kreator konten lokal di Gorontalo selama bertahun-tahun. Menurutnya, potensi narasi sejarah dan kearifan lokal Gorontalo sangat melimpah, namun selama ini industrinya berjalan tanpa arah, tanpa standarisasi perlindungan profesi, serta minim akses modal.
"Gorontalo adalah lumbung cerita yang luar biasa besar. Kita memiliki tradisi adat yang kuat, lanskap sejarah yang otentik, hingga memori kolektif masyarakat yang sangat kaya. Kehadiran ASOFI GO bertujuan untuk memastikan bahwa cerita-cerita tentang bumi Hulonthalo ini ditulis, disutradarai, dan diproduksi secara profesional oleh anak-anak daerah sendiri," ujar Benny yang juga selaku produser film layar lebar Ota Jin dan Wanalathi.
Benny menambahkan, lewat pemanfaatan industri perfilman, materi-materi kebudayaan daerah tidak akan lagi menjadi arsip usang di perpustakaan, melainkan menjelma menjadi produk digital sinematik yang mampu berbicara banyak di tingkat nasional hingga internasional.
Benny Rumambie, menegaskan bahwa kehadiran ASOFI GO merupakan jawaban atas keresahan kolektif yang dialami para sineas, videografer, editor, dan kreator konten lokal di Gorontalo selama bertahun-tahun. Menurutnya, potensi narasi sejarah dan kearifan lokal Gorontalo sangat melimpah, namun selama ini industrinya berjalan tanpa arah, tanpa standarisasi perlindungan profesi, serta minim akses modal.
"Gorontalo adalah lumbung cerita yang luar biasa besar. Kita memiliki tradisi adat yang kuat, lanskap sejarah yang otentik, hingga memori kolektif masyarakat yang sangat kaya. Kehadiran ASOFI GO bertujuan untuk memastikan bahwa cerita-cerita tentang bumi Hulonthalo ini ditulis, disutradarai, dan diproduksi secara profesional oleh anak-anak daerah sendiri," ujar Benny yang juga selaku produser film layar lebar Ota Jin dan Wanalathi.
Benny menambahkan, lewat pemanfaatan industri perfilman, materi-materi kebudayaan daerah tidak akan lagi menjadi arsip usang di perpustakaan, melainkan menjelma menjadi produk digital sinematik yang mampu berbicara banyak di tingkat nasional hingga internasional.
Gayung bersambut, Kepala Kantor Pelestarian Kebudayaan Gorontalo Moch. Andri WP, M.Sos menyambut baik dan mengapresiasi tinggi visi struktural yang diusung oleh ASOFI GO. Pihaknya mengakui selama ini terdapat ruang kosong (missing link) dalam hal penyebaran informasi objek cagar budaya dan pemajuan kebudayaan ke generasi muda. Kehadiran asosiasi film ini dinilai menjadi solusi instan bagi pemerintah untuk menerjemahkan nilai tradisi ke dalam bahasa visual modern.
Sinergi kelembagaan ini diproyeksikan membuka keran kolaborasi yang masif mulai dari produksi film dokumenter berbasis riset sejarah, pengarsipan visual situs cagar budaya, hingga pelaksanaan lokakarya peningkatan kapasitas (upskilling) sineas muda yang didanai lewat skema fasilitasi kebudayaan.
Dukungan dari otoritas kebudayaan ini menjadi modal regulasi dan moral yang kuat bagi pengurus ASOFI GO. Pasalnya, asosiasi ini tengah merampungkan penyelesaian berkas administrasi badan hukum, dan dijadwalkan akan dilakukan pelantikan pengurus secara resmi dalam waktu dekat.
Peta Jalan Strategis Perfilman Gorontalo
Sebagai fondasi utama dalam membenahi dan mengembangkan potret perfilman di Provinsi Gorontalo, ASOFI GO menetapkan poin-poin agenda krusial yang menjadi amanat dan fokus pergerakan ke depan:- Pengembangan Ilmu dan Kebijakan: Melakukan penelitian mendalam untuk pengembangan seni dan teknologi perfilman, serta menentukan strategi dan kebijakan ekosistem perfilman Indonesia, khususnya di Provinsi Gorontalo.
- Apresiasi dan Eksibisi: Menyelenggarakan festival film, aktif mengikuti berbagai festival film tingkat nasional maupun internasional, serta menyelenggarakan pekan film sebagai ruang apresiasi karya.
- Industrialisasi dan Promosi Daerah: Mempromosikan Provinsi Gorontalo secara masif sebagai lokasi pembuatan film (screen tourism) guna menarik investasi produksi dari luar daerah, sekaligus memberikan penghargaan (awards) bagi insan sinema berprestasi.
- Legalitas dan Perlindungan Hukum: Melindungi karya, kekayaan intelektual (HAKI), serta memberikan perlindungan hukum yang konkrit bagi seluruh pelaku perfilman di Provinsi Gorontalo.
- Peningkatan SDM dan Standarisasi: Meningkatkan kapasitas dan kualitas karya film para pemangku perfilman, serta membantu peningkatan sumber daya dan jaringan sehingga beragam profesi dalam perfilman memiliki kompetensi yang terstandarisasi.
- Akses Pendanaan dan Distribusi: Memfasilitasi pendanaan bagi pembuatan film tertentu yang bermutu tinggi, serta memfasilitasi dan memediasi hubungan antara pemangku film daerah dengan para pengusaha bioskop yang ada di Indonesia.



0 Komentar