Breaking News

Prosesi Adat Moloopu Jack Gustamar Helingo: Babak Baru Kepemimpinan Camat Kota Barat Gorontalo

Kota Gorontalo 18/03/2026, Hari itu bukan sekadar hari pindah rumah bagi Jack Gustamar Helingo. Hari itu adalah pengukuhan batiniah. Sebagai pria yang baru saja diberi amanah menjadi Camat Kota Barat, Jack bersama sang istri, Mbui Yuman Raya Noho, bersiap menjalani Moloopu sebuah jembatan adat yang menghubungkan ruang privat menuju ruang publik, dari seorang warga biasa menjadi Wulea lo Lipu (Pemimpin Negeri).

Camat Kota Barat, Jack bersama sang istri, Mbui Yuman Raya Noho, bersiap menjalani Moloopu
Camat Kota Barat, Jack bersama sang istri, Mbui Yuman Raya Noho, bersiap menjalani Moloopu

Dari Amanah Menuju Tanggung Jawab Moral

Perjalanan ini sejatinya dimulai beberapa hari sebelumnya. Pada Jumat, 13 Maret 2026, di bawah atap megah Bandhayo Lo Yiladia, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengambil sumpah 15 pejabat administrator. Di antara deretan pejabat eselon III tersebut, Jack Helingo berdiri tegak sebagai satu dari enam camat baru yang dilantik.

Transisi Jack dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ke kursi Camat Kota Barat adalah sebuah lompatan strategis. Jika sebelumnya ia berurusan dengan angka dan pemberdayaan ekonomi, kini ia dihadapkan pada wajah-wajah rakyat secara langsung. Namun, di Gorontalo, pelantikan oleh negara barulah separuh jalan. Separuh jalan sisanya harus ditempuh melalui restu adat.
  
Moloopu Jack Gustamar Helingo

Prosesi Penjemputan: Membangunkan Spiritualitas di Telaga

Moloopu dimulai di kediaman pribadi Jack di Telaga. Dalam filosofi Gorontalo, seorang pemimpin tidak datang sendiri ke tempat tugasnya, ia "dijemput" oleh rakyat dan perangkat adatnya.

Rombongan pemangku adat hadir dengan busana adat yang kental. Di sinilah Tujai—syair-syair liris dalam bahasa daerah—mulai dikumandangkan. Bunyi genderang tradisional yang bertalu-talu seolah menjadi detak jantung prosesi, menandakan bahwa seorang pemimpin sedang bersiap melangkah.

Di tengah riuhnya prosesi, terselip ritual Tahuli Lo Lipu. Ini adalah momen yang paling menggetarkan hati. Para tetua adat membisikkan pesan-pesan moral kepada Jack Helingo.
"Wahai pemimpin, jadilah seperti akar yang menguatkan, batang yang mengokohkan, dan daun yang memayungi. Jalankan amanah dengan bijaksana, adil, dan senantiasa berpihak pada rakyat."

Pesan ini adalah kontrak sosial antara pemimpin dan Tuhan. Jack, yang memiliki rekam jejak mumpuni di bidang ekonomi kerakyatan, menyerap setiap kata yang menjadi kompas bagi kepemimpinannya ke depan.

Liputan Arcomedia Selengkapnya

Menuju Yiladia: Perjalanan Simbolis Sang Wulea Lo Lipu

Perjalanan dari Telaga menuju Rumah Jabatan (Yiladia) Kota Barat adalah sebuah pawai kehormatan. Bagi warga Kota Barat, Moloopu adalah pengumuman terbuka bahwa mereka kini memiliki "ayah" baru yang akan mengurusi urusan publik mereka.

Setibanya di pelataran, Jack Helingo disambut oleh Tarian Longgo. Tarian ini melambangkan keberanian dan kesiagaan pemimpin dalam menjaga kewibawaan wilayahnya. Senjata tradisional yang diayunkan seolah mempagari sang Camat dari pengaruh buruk selama menjabat.
 
Moloopu Jack Gustamar Helingo

Mopo Bonelo lo Wuleya: Tempat Bersandar bagi Rakyat

Puncak dari Moloopu adalah ritual Mopo Bonelo lo Wuleya Lo Lipu to Bulita. Secara harfiah, ini adalah prosesi menempatkan pemimpin pada tempat kedudukannya (Bulita).
Rakyat bersandar pada pemimpin untuk mendapatkan keadilan dan solusi.
Pemimpin bersandar pada adat dan aturan agar tidak tergelincir dalam penyalahgunaan kekuasaan.

Jack Helingo kini tidak lagi hanya memiliki rumah bagi keluarganya, melainkan rumah bagi seluruh aspirasi warga Kota Barat. Mbui Yuman Raya Noho memegang peran sentral memastikan tugas kemasyarakatan berjalan selaras dengan keharmonisan keluarga.
 
Moloopu Jack Gustamar Helingo

Harapan Baru untuk Kota Barat

Penempatan Jack Gustamar Helingo membawa angin segar. Pengalamannya di bidang Koperasi dan UKM diharapkan mampu menghidupkan urat nadi ekonomi di wilayah Kota Barat yang dinamis.

Wali Kota Adhan Dambea menekankan bahwa penyegaran organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja birokrasi. Dengan Moloopu, Jack kini memiliki legitimasi ganda: Legitimas Administratif dari pemerintah dan Legitimas Kultural dari pemangku adat dan masyarakat.

Salam Adat, Bangun Negeri bersama Arcomedia!

0 Komentar

© Copyright 2022 - Arcomedia Creative | Small Business and Entrepreneur Solutions