Breaking News

Dari Singapura ke Kandang Domba: Kisah Mas Surya Membangun Garum Farm dan Menemukan Kedamaian

Halo, Sahabat Entrepreneur Arcomedia! Apa kabar hari ini? Senang sekali bisa kembali menyapa Anda semua di ruang berbagi inspirasi ini. Pernahkah Anda merasa terjebak dalam perlombaan yang tidak ada garis finisnya? Bekerja di gedung pencakar langit, mengejar target yang tidak pernah usai, hingga lupa rasanya bernapas lega?

Kali ini, kita akan membedah perjalanan luar biasa dari Mas Surya, owner dari Garum Farm di Blitar. Kisahnya bukan sekadar tentang transisi karier dari bankir elite di Singapura menjadi peternak domba, melainkan tentang transformasi jiwa dalam menemukan rasa cukup, ketenangan, dan keberanian untuk belajar dari nol.

Kisah Mas Surya Membangun Garum Farm Blitar

Melawan Ketakutan: Beriman Bukan Berarti Harus "Hancur"

Banyak dari kita, termasuk Mas Surya, sempat memiliki ketakutan bawah sadar saat ingin hijrah atau berubah lebih baik. Ada anggapan bahwa semakin tinggi iman seseorang, maka ujiannya akan semakin "berdarah-darah." Mas Surya bercerita betapa ia sempat ragu keluar dari industri perbankan karena takut akan "dibersihkan" habis-habisan oleh ujian hidup.

Namun, perjalanannya di desa memberinya perspektif baru yang menenangkan. Belajar agama seharusnya membawa ketenangan, bukan ketakutan yang melumpuhkan. Ujian memang ada, namun ia hadir untuk mendewasakan, bukan menghancurkan.

Mengenal Konsep Slow Living yang Sesungguhnya

Setelah bertahun-tahun hidup di kota besar dunia—dari Jogja, Jakarta, Singapura, hingga Belanda—Mas Surya menemukan anomali indah di Blitar. Ia melihat tetangganya memiliki rasa cukup (qanaah) yang luar biasa tinggi.

"Saya pernah menawarkan gaji tetap bagi tim saya yang istrinya melahirkan meski ia libur. Tapi ia malah menolak karena tidak enak membebani Garum Farm yang sedang merintis. Hatinya jauh lebih lapang daripada saya yang secara ekonomi lebih mapan," kenang Mas Surya.
Pemandangan Udara Drone Garum Farm Blitar

Dari sinilah ia memahami konsep Slow Living. Bagi Mas Surya, slow living bukanlah malas-malasan. Ini adalah gerakan untuk meng-counter kebiasaan tergesa-gesa (kemrungsung). Dalam bisnis, ini berarti tidak memaksakan diri mencicil sesuatu yang belum jelas sumbernya atau fokus pada kebutuhan daripada keinginan.

Kelahiran Garum Farm: Warisan dan Impian Masa Kecil

Garum Farm yang berdiri sejak 2019 sebenarnya adalah inisiasi dari almarhum ayah Mas Surya. Sang ayah, yang masa kecilnya harus menggembala domba milik orang lain karena keterbatasan ekonomi, ingin menghabiskan masa pensiunnya dengan kembali memelihara domba.

Aktivitas di Kandang Garum Farm

Keajaiban Mentor dari Belanda dan "Rukun Beternak"

Salah satu titik balik fundamental Garum Farm adalah kedatangan Mr. Will Vanen Ecker, pakar peternakan internasional dari Belanda. Ia mengajarkan 5 Rukun Beternak:

  • Nomor 1-3: Pakan (Nutrisi)
  • Nomor 4: Kandang
  • Nomor 5: Ternak (Bibit)

Kuncinya adalah nutrisi. Setelah memperbaiki formulasi pakan, tingkat kematian domba menurun drastis dan angka kelahiran kembar meningkat pesat.

Hasil Ternak Domba Berkualitas Garum Farm

Efisiensi Teknologi Simpel: Dari Jepit Jemuran ke Laptop Tangguh

Menariknya, Mr. Will menggunakan jepit jemuran warna-warni untuk menandai porsi pakan domba. Sangat praktis! Namun untuk manajemen, Mas Surya tetap profesional menggunakan ASUS ExpertBook P5 yang memiliki sertifikasi military grade untuk menunjang kerja di lingkungan outdoor yang berdebu.

Mengubah Domba dari Beban Menjadi Aset (Rojokoyo)

Kini, Garum Farm mengadopsi prinsip Rojokoyo. Domba tidak lagi menjadi beban, tapi mesin produksi yang terintegrasi dengan:

  • Tanaman Pangan: Jagung, cabai, dan pepaya di lahan sisa.
  • Pupuk Organik: Mengolah kotoran hewan (kohe) menjadi cuan.
  • Ketahanan: Operasional ditutup dari hasil tani, sehingga domba menjadi tabungan aman.

Sumber: YouTube PecahTelur


Kesimpulan: Rezeki adalah Urusan Tuhan

Mas Surya kini lebih tenang. Ia fokus pada tugas manusia (ikhtiar) dan menyerahkan hasil pada Sang Pencipta. Garum Farm kini berdiri kokoh dengan prinsip resilience.

Salam Entrepreneur, Naik Kelas bersama Arcomedia!

0 Komentar

© Copyright 2022 - ARCOMEDIA NEWS