Menghidupkan Nadi Ekonomi di Bumi Serambi Madinah
Di ufuk utara Pulau Sulawesi, sebuah provinsi muda tengah bersolek. Gorontalo, yang sering dijuluki sebagai "Bumi Serambi Madinah," kini tidak hanya dikenal karena keindahan hiu paus di Botubarani atau benteng Otanaha yang legendaris. Lebih dari itu, Gorontalo sedang bertransformasi menjadi magnet investasi yang menjanjikan di kawasan Timur Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang stabil di angka 6,8 persen masuk dalam jajaran sepuluh besar nasional menjadi bukti sahih bahwa ada sesuatu yang besar sedang terjadi di sini.

Dalam sebuah sesi bincang-bincang hangat di acara podcast "BIG: Bicara Investasi Gorontalo", tabir keberhasilan tersebut perlahan tersingkap. Bukan sekadar angka-angka dingin di atas kertas, melainkan sebuah simfoni kerja sama antara pemerintah yang suportif, investor yang adaptif, dan para pejuang ekonomi akar rumput: pelaku UMKM.
Karpet Merah dan Etalase Masa Depan
Membicarakan investasi di Gorontalo tidak bisa lepas dari peran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Sosok di baliknya, Dr. Sultan Kalupe, ST, MT, membawa angin segar dalam gaya kepemimpinan birokrasi. Dengan selera humor yang tinggi—menyebut dirinya "Sultan sejak lahir" ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menghapus stigma birokrasi yang berbelit-belit.
"Kami memberikan karpet merah untuk investor," ujar Dr. Sultan dengan nada tegas namun ramah. Karpet merah ini bukan sekadar kiasan. Di bawah komandonya, DPMPTSP Provinsi Gorontalo melakukan jemput bola. Salah satu program unggulannya adalah Mobile Service Perizinan. Petugas perizinan tidak lagi menunggu di balik meja kaca yang dingin, melainkan turun ke desa-desa, ke kecamatan, hingga pelosok kabupaten untuk membantu masyarakat mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Pentingnya NIB seringkali dianggap remeh oleh pelaku usaha kecil. Padahal, NIB adalah "paspor" bagi UMKM untuk naik kelas. Tanpa NIB, akses terhadap pembiayaan perbankan, koperasi, hingga bantuan modal pemerintah akan tertutup rapat. Melalui layanan One Day Service, masyarakat bisa mendapatkan NIB hanya dalam waktu kurang dari satu jam, secara gratis, hanya dengan membawa KTP dan mendeskripsikan jenis usahanya. Inilah bentuk nyata kehadiran negara dalam menyederhanakan regulasi demi pertumbuhan ekonomi rakyat.
Indogrosir: Raksasa Ritel yang Merangkul Lokal
Kehadiran PT. Inti Cakrawala Citra atau yang lebih dikenal dengan Indogrosir di Gorontalo sejak Februari 2024 menjadi katalisator penting. Sebagai salah satu jaringan perkulakan terbesar di Indonesia, Indogrosir tidak datang sebagai kompetitor yang mematikan warung tetangga. Sebaliknya, mereka memosisikan diri sebagai mitra strategis.
Setya Anugrah Rizki, perwakilan Indogrosir, menjelaskan bahwa model bisnis mereka dirancang untuk mendukung ekosistem usaha lokal. Salah satu buktinya adalah pengelompokan keanggotaan. Ada "Member Biru" untuk kebutuhan rumah tangga umum, dan yang paling krusial adalah "Member Merah" untuk para pelaku usaha seperti pemilik warung, restoran, hingga kantin. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 6.000 Member Merah yang secara rutin mendapatkan harga grosir terbaik untuk mengisi stok dagangan mereka.
Namun, yang paling mencuri perhatian adalah komitmen Indogrosir terhadap produk UMKM lokal. Tepat di dekat pintu masuk gerai—posisi paling strategis yang biasanya diperebutkan merek-merek multinasional—Indogrosir menyediakan rak khusus display produk UMKM Gorontalo. Saat ini, 20-an produk lokal sudah dipajang, mulai dari camilan khas hingga bumbu tradisional. Tak berhenti di situ, 27 produk baru sedang dalam tahap kurasi untuk segera menyusul.
Proses kurasi ini pun dilakukan dengan pendekatan edukatif. Pelaku UMKM tidak dilepas begitu saja. Indogrosir memberikan standar minimal yang harus dipenuhi: sertifikasi Halal, izin PIRT, pencantuman komposisi, gramasi, hingga tanggal kedaluwarsa. Standarisasi ini penting agar produk Gorontalo tidak hanya laku di tingkat lokal, tapi siap bersaing secara nasional.
Sinergi Satu Pintu: Indogrosir dan Indomaret
Sebuah fakta menarik terungkap dalam diskusi tersebut: Indogrosir berperan sebagai "pemasok utama" bagi gerai-gerai Indomaret di seluruh Provinsi Gorontalo. Semua pasokan barang yang ada di Indomaret dikelola melalui jalur distribusi Indogrosir. Sinergi ini memberikan keuntungan luar biasa bagi UMKM.
"Ketika produk UMKM sudah lolos kurasi dan masuk di Indogrosir, produk tersebut memiliki peluang besar untuk didistribusikan ke jaringan Indomaret. Ini berarti jangkauan pasar pelaku usaha kecil Gorontalo tiba-tiba meluas secara eksponensial hanya melalui satu pintu kerja sama," ungkap Setya. Ini adalah solusi nyata atas masalah klasik UMKM: akses pasar.
Program Toko Mandiri: Membangun Jiwa Entrepreneur
Salah satu inovasi paling progresif dari Indogrosir adalah program Toko Mandiri Indogrosir (TMI). Program ini ditujukan bagi masyarakat yang memiliki lokasi dan modal, namun tidak memiliki keahlian teknis untuk membuka toko ritel modern.
Berbeda dengan sistem franchise pada umumnya yang membebankan biaya royalti atau franchise fee, TMI murni bersifat kemitraan pemberdayaan. Indogrosir membantu penataan rak, menyediakan sistem kasir (POS), hingga memasok barang dagangan perdana. Keuntungan sepenuhnya menjadi milik pemilik toko.
Hingga saat ini, sudah ada 11 Toko Mandiri yang tersebar di wilayah Gorontalo. Program ini bukan sekadar bisnis, melainkan edukasi berkelanjutan. Masyarakat dididik untuk memahami manajemen stok (stock opnam) dan strategi penetapan harga agar usaha mereka tidak gulung tikar dalam hitungan bulan. Ini adalah langkah nyata dalam menciptakan lapangan kerja baru di luar sektor formal.
Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Investasi yang sehat adalah investasi yang memberikan dampak sosial langsung. Indogrosir saat ini mempekerjakan sekitar 323 karyawan. Angka yang patut diapresiasi adalah komposisinya: lebih dari 75 persen merupakan putra-putri asli daerah Gorontalo. Sisanya adalah level manajerial yang bertugas melakukan transfer ilmu.
Dr. Sultan Kalupe menekankan pentingnya aspek ini. Pemerintah Provinsi Gorontalo memantau setiap laporan penempatan tenaga kerja untuk memastikan bahwa kehadiran investor memberikan manfaat bagi pencari kerja lokal. Upah Minimum Provinsi (UMP) Gorontalo yang berada di kisaran Rp3 jutaan dinilai kompetitif bagi investor, namun tetap memberikan kesejahteraan yang layak bagi pekerja.
Bahkan, Indogrosir membuka peluang karier yang luas melalui Management Development Program (MDP). Lulusan SMA atau SMK sederajat pun diberikan kesempatan untuk meniti karier dari bawah hingga posisi supervisi atau stand leader, dengan harapan suatu hari nanti putra daerah bisa memimpin kantor cabang di tanah kelahirannya sendiri.

Tantangan Tata Ruang dan Kepastian Hukum
Tentu saja, perjalanan investasi tidak selalu mulus tanpa tantangan. Salah satu isu krusial yang sering menghambat adalah kesesuaian tata ruang. Dr. Sultan menjelaskan bahwa perizinan dasar sangat bergantung pada regulasi tata ruang daerah. Investor harus memastikan lokasi usahanya berada di zona yang tepat agar tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.
Di sinilah peran DPMPTSP sebagai jembatan. Melalui klinik perizinan, pemerintah memberikan panduan sejak awal mengenai aspek lingkungan dan tata ruang. Jika tata ruangnya sudah sesuai, maka perizinan lingkungan dan izin berusaha lainnya akan berjalan lancar seolah melalui "jalur hijau." Kepastian hukum inilah yang menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan investor nasional maupun internasional.
Strategi Promosi: Belanja Sekaligus Berbagi
Loyalitas pelanggan di Gorontalo dijaga dengan strategi yang sangat "merakyat." Indogrosir secara berkala mengadakan undian dengan hadiah-hadiah besar seperti motor dan barang elektronik khusus untuk Member Merah sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan mereka.
Bagi Member Biru atau pelanggan umum, ada strategi unik seperti promo "Isi Sepuasnya." Pelanggan diberikan wadah tertentu dan diperbolehkan mengisi produk—misalnya potongan ayam, buah, hingga kentang—sebanyak mungkin selama masih muat dalam wadah tersebut dengan harga flat yang sangat murah. Strategi ini terbukti efektif menarik animo masyarakat untuk beralih ke gaya belanja ritel modern yang tertata dan bersih namun tetap terasa hemat.

Harapan Masa Depan: Gorontalo yang Mandiri
Diskusi panjang di "Bicara Investasi Gorontalo" ini bermuara pada satu harapan: kemandirian ekonomi. Gorontalo memiliki kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah. Dengan keterbukaan pemerintah dan komitmen investor untuk tumbuh bersama rakyat, mimpi menjadikan Gorontalo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi bukan lagi sekadar angan-angan.
"Masyarakat Gorontalo sangat terbuka dengan investasi. Kami akan terus mendorong agar UMKM lokal bisa berdampingan dengan ritel besar. Inilah kunci ekonomi yang inklusif," pungkas Dr. Sultan Kalupe.
Dipandu oleh Rahman Imran: Menggali Esensi Investasi
Kesuksesan program podcast "BIG: Bicara Investasi Gorontalo" dalam menyampaikan pesan-pesan strategis ini tentu tidak lepas dari kepiawaian sang pemandu acara. Program ini dipandu langsung oleh Host: Rahman Imran, yang dengan gaya bicaranya yang luwes namun tajam, mampu menjembatani dialog antara regulator dan pelaku industri.
Rahman Imran berperan krusial dalam memastikan bahwa setiap pertanyaan yang mewakili kegelisahan masyarakat—mulai dari kemudahan izin hingga penyerapan tenaga kerja—terjawab dengan tuntas. Dengan kemampuannya mencairkan suasana, Rahman berhasil membawa diskusi yang berat mengenai investasi menjadi obrolan yang renyah namun tetap berbobot, sehingga pesan pembangunan yang diusung Pemerintah Provinsi Gorontalo dapat diterima dengan baik oleh berbagai kalangan penonton.
Peran Kreatif di Balik Layar: Arcomedia Gorontalo
Keberhasilan penyampaian pesan mengenai geliat investasi ini tidak lepas dari bagaimana narasi tersebut dikemas dan disebarluaskan. Di sinilah Arcomedia Gorontalo memainkan peran vitalnya sebagai mitra kreatif.
Bekerjasama dengan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Gorontalo, Arcomedia Gorontalo dipercaya sebagai rumah produksi dalam memproduksi video podcast "BIG: Bicara Investasi Gorontalo". Arcomedia bertanggung jawab penuh dalam memastikan setiap informasi teknis mengenai investasi dan perizinan dikemas dalam format audiovisual yang menarik, jernih, dan profesional.
Mulai dari penataan set studio, kualitas audio yang prima, hingga teknik pengambilan gambar yang dinamis, Arcomedia Gorontalo memastikan pesan "karpet merah" pemerintah sampai ke telinga masyarakat dan calon investor dengan cara yang lebih personal dan modern. Sinergi ini membuktikan bahwa komunikasi publik yang efektif adalah kunci dalam membangun citra daerah yang ramah investasi di era digital.
Langkah Selanjutnya: Ingin mengetahui lebih lanjut tentang peluang investasi di Gorontalo atau melihat produk-produk UMKM unggulan yang telah masuk pasar ritel? Anda dapat menyaksikan episode lengkap podcast "BIG: Bicara Investasi Gorontalo" di kanal YouTube resmi. Bagi pelaku usaha yang ingin berkonsultasi mengenai perizinan, pintu kantor DPMPTSP selalu terbuka lebar untuk mendampingi langkah Anda.
Selengkapnya dapat anda simak disini :








